Saroch,
Lelaki Pantang Menyerah
Saroch kecil lahir pada 17
Oktober 1955 di Desa Kajoran, Kabupaten Magelang. Ia merupakan anak ke-2 dari
pasangan Nawidjoyo dan Suwarti. Saroch kecil hidup di keluarga menengah ke
bawah. Hidup dengan bertani dan beternak, Saroch kecil hanya merupakan lulusan
Sekolah Dasar (SD) karena kondisi ekonomi keluarga.
Saroch tinggal dan tumbuh di
tanah kelahirannya. Sejak kecil, ia dan saudara-saudaranya rajin membantu orang
tua. Ia dan saudara laki-laki membantu ayah di sawah, sedangkan saudarinya
membantu ibu berjualan keliling. Mereka hidup dengan bahagia dan sederhana.
Saroch hanyalah tamatan Sekolah
Dasar, namun keadaan memaksanya untuk bekerja keras. Saroch remaja memulainya
dengan berjualan dan membuka warung sendiri. Kemudian, ia tertarik mengikuti
kakaknya kursus menjahit. Saat kursus menjahit, ia sangat mudah dalam
mempelajarinya, bahkan melampaui kemampuan sang kakak. Akhirnya, ia memutuskan
untuk lebih focus dalam dunia menjahit.
Beberapa tahun setelah itu,
saroch dewasa bertemu dengan seorang wanita cantik. Wanita ini bernama Asih
Bayinah. Sekitar 2-3 tahun setelahnya, mereka memutuskan untuk menikah. Setelah
menikah, mereka pindah ke dekat pusat Kota Magelang. Mereka membeli rumah dan
menyewa sebuah warung untuk memulai usahanya. Bersama dengan sang istri, Saroch
membuka tempat menjahit serta warung yang dikelola oleh istri.
Pada tahun 1980 (setahun setelah
pernikahan), mereka dikaruniai seorang bayi laki-laki yang diberi nama Nur
Rochmad. Dua tahun setelahnya, lahir bayi laki-laki kedua dari pasangan ini
yang diberi nama Nur Cholis Setiadi. Kemudian pada tahun 1983 (bertepatan
dengan gerhana matahari total), lahirlah seorang bayi perempuan bernama Nur
Gerhanawati Budiningsih. Lima belas tahun kemudian, lahir Nur Hidayah, bayi
perempuan yang lahir bertepatan pada saat Natal.
Pada tahun 2005, Saroch mulai
sakit-sakitan. Pada akhir 2005, beliau menjalani rawat inap di rumah sakit
karena diabetes. Setelah beberapa bulan menjalani rawat inap, keadaannya
dipastikan membaik dan dapat menjalani rawat jalan. Pada awal tahun 2007,
beliau kembali dirawat di rumah sakit akibat komplikasi jantung dan ginjal. Dinyatakan
membaik, Saroch pun dirawat di rumah. Namun, pada 20 Juni 2007, Saroch
meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak di
usianya yang ke-51.
